Semua Anak adalah Bintang : Aliran RasaΒ 

Alhamdulillah tantangan 10 hari sudah saya selesaikan, walaupun jujur saja untuj level ini saya kurang dapat feel nya πŸ˜… mungkin karena masih bingung bagaimana cara menggali potensi anak-anak. Jadi ya…proses pengerjaannya seasalnya aja huhuhu πŸ˜– maafkan ibu ya nak yang belom maksimal. Semoga level depan saya bisa lebih fokus lagi, aamiin…
Bekasi

8 September 2017

tata.pakerti
#aliranrasa

#level7

#kuliahbunsayiip

#bintangkeluarga

Advertisements

Semua Anak adalah Bintang : Hari ke 3

Sore ini kebetulan ada lomba 17-an di TPQ deket rumah. Dedek yang datangnya cuma absen doank, saya ikutkan lomba, padahal dia belom pernah ikut sama sekali πŸ˜‚. Tujuannya biar dia kenal konsep perlombaan, konsep pertandingan, dan tentang kalah dan menang. Pertama memang bingung, tapi setelah saya contohin sekali dan kasih instruksi, akhirnya dia paham, padahal perlombaan sudah kelar, gpp ya dek πŸ˜… “finish what you have started”.

Kalau kakak sudah tau tuh yang namanya perlombaan, dan alhamdulillah kali ini rejeki dia dapat juara 3, gud job kakak 😘😘😘, you’re my star πŸ‘πŸ‘πŸ‘.
Bekasi

21 Agustus 2017

tata.pakerti

#hari3

#tantangan10hari

#level7

#kuliahbunsayiip

#bintangkeluarga

Belajar Hari Pertama

Hari ini jadwal Almira belajar menghitung uang dan Nayla belajar melempar ke dalam kotak. Saat si kakak belajar menghitung uanh, saja ikut sertakan pula si dedek. Jadi kebetulan kami punya celengan uang receh yang bisa dibongkar pasang. Saya keluarin isi uang recehnya, saya pilih pecahan 50, 100, 200, 500 dan 1000 rupiah, lalu saya masukkan ke dalam gelas plastik terpisah. Kemudian saya minta kakak Almira untuk mengelompokkan uangnya sesuai dengan pecahan masing-masing. Tanpa kesulitan, dia berhasil menngelompokkan dengan benar. Setelah tersusun rapi, saya jelasin satu persatu. Saya ilustrasikan juga dengan gambar bahwa dua pecahan uang 100 rupiah itu sama dengan satu pecahan 200 rupiah, begitu juga dengan dua pecahan uang 500 rupiah sama dengan satu pecahan uang seribu. Lalu kami praktekkan apa yang kakak pelajari dengan bermain jual-jualan. Ibu sebagai penjual dan Almira sebagai pembeli. Saya minta dia menyerahkan sejumlah uang yang saya sebutkan seharga dengan barang yang pura-puranya saya jual 😁. Ini bertujuan untuk melatih Almira saat transaksi jual beli beneran di tukanh mainan atau toko jajan. Maklum hobi anak-anak memang beli mainan dan jajan πŸ™ˆ, jangan ditiru ya… Memang belom lulus dengan sempurna, dia masih bingung kalo pecahannya nggak bulat, seperti 300, 150, 750, dan seterusnya. Tapi nggak papa, saya latih saja suatu saat pasti dia paham juga 😁.

Lalu…dedek Nayla ngapain yaaa…Saat kita sibuk main jual-jualan saya sibukkan si dedek dengan memasukkan semua receh yang sudah saya keluarkan dari celengan untuk dimasukkan kembali. Gituuu terus sampai kakak bosan maen jual-jualan, dan ternyata Nayla begitu menikmatinya meskipun kegiatannya itu aja πŸ˜…. Pelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung Almira dan melatih kepercayadiriannya untuk membeli sendiri barang yang suka dia beli khususnya mainan dan jajan πŸ˜…. Untuk Nayla, pelajaran ini bisa melatih kesabaran dan mengajarkan dia untuk suka menabung 😁.

Setelah agenda kakak selesai, waktunya agendanya Nayla. Agenda dedek hari ini adalah memasukkan ke dalam kotak. Saya siapkan boneka bola, bola kecil, dan keranjang mainan. Saya atur jarak keranjang dan batas mereka memasukkan bola. Kakak juga ikutan dong maen lempar-lemparan. Hasilnya gimana? πŸ˜… You can predict. Kekuatan tangan dedek meang belom sekuat Almira, meskipun beberapa kali gagal, dia tetap menikmati permainan ini. Saya pun ikut mengajari cara melempar yang benar. Lama-lama juga kuat ya dek 😜. Pelajaran ini bertujuan untuk melatih motorik kasar dedek Nayla, melatih otot tangannya yang masih mungil 😘. Untuk kakak Almira, ini bisa melatih daya fokusnya, dia sudah memiliki motorik kasar yang cukup, tetapi daya fokusnya belum maksimal. Semoga dengan ini bisa menambah kemampuan mereka masing-masing, aamiin…
Bekasi

21 April 2017

tata.pakerti
#tantanganhari2

#level4

#gayabelajaranak

#kuliahbunsayiip

Hari Kedua Tantangan Mandiri

Pengalaman kakak tidur sendiri pertama kali sedikit membuat kakak sulit dibujuk untuk tidur sendiri lagi, sepanjang hari saya coba melakukan pendekatan kembali ke kakak, biar malam kedua dia masih mau tidur sendiri. Saya bilang ke dia, kalau nggak perlu takut tidur sendiri, ayah ibuk cuma tidur di sebelah, kalau nanti malam kakak mau tidur sama ayah ibuk, tinggal masuk aja ke kamar ayah ibuk, nggak perlu nangis, dan kakak boleh bawa semua mainan dan boneka ke atas kasur, begitu bujuk saya.

Awalnya dia tetep kekeh nggak mau tidur sendiri lagi, tapi akhirnya kakak mau dengan iming-iming reward dan syarat dedeknya juga tidur bareng dia. Oke…yang penting kakak mau 😁.

Setelah semua tidur pulas, saya pun pindah ke kamar sendiri dan meninggalkan kakak dan dedek tidur berdua saja. Kebetulan semalam saya kebanyakan minum kopi, jadi saya agak susah tidur. Suami pun bilang, ya udah nonton film aja sambil nungguin jaga2 kalo anak2 nangis. 

Hampir setiap jam saya tengokin mereka, dan tumben-tembennya dedek juga nggak minta nenen. Sampai jam 1, akhirnya denger suara dedek yang minta nenen. Suami pun meminta saya untuk mindahin dedek ke kamar kami. Akhirnya jam 2, saya baru merasakan ngantuk, dan saya pun tertidur.

Saking khawatirnya saya nggak denger Almira bangun, bersamaan dengan suara adzan shubuh saya terbangun dengan segarnya. Langsung saya cek si kakak di kamar, dan saya tanya asisten saya apakah semalam kakak menangis? Ternyata tidak!!! πŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™Œ yeaaay kakak hebat, dan saya bangga campur seneng banget, nggak peduli apa memang semalam dia nggak terbangun sama sekali, atau memang dia sudah berani tidur sendiri. Yang penting kakak dapat 6 bintang dan 2 lollipop hari ini, hurraaayyy πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Tapi koq permen dedek belom nampak sama sekali?

Iya, memang sampai saya tulis cerita ini, dedek sempat ngompol dan BAB di celana πŸ˜…πŸ™ˆ #duhdek. OK, besok saya akan lebih fokus ke dedek.

#hari2

#tantangan10hari

#melatihkemandirian

#kuliahbunsayiip


Bekasi, 24 Februari 2017

tata.pakerti

Surat Cinta

​​Dear Suamiku,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, semoga kau selalu dalam keadaan selamat, mendapat rahmat dan berkah dari Allah SWT.

Suamiku,
Terimakasih atas cinta yang kau berikan dengan ketidaksempurnaanku.
Terimakasih atas perhatian dan waktu yang selalu kau sempatkan di sela kesibukanmu.
Terimakasih atas maaf yang tak pernah habis dan kesabaran yang tak terbatas.
Terimakasih atas pundak yang selalu ada disaat aku butuh.
Terimakasih atas tawa yang kau buat dengan caramu.
Terimakasih atas pelukan hangat dan dekapan yang menenangkan.

Suamiku,
Terimakasih karena selalu mengusahakan yang terbaik demi nafkah yang halal.
Terimakasih karena selalu membimbingku ke jalan yang diridhoi-Nya.
Terimakasih karena tak pernah mengeluh sedikitpun tentang kekuranganku.
Terimakasih karena selalu bisa kuandalkan.

Suamiku,
Maafkan aku jika belum bisa menjadi istri idamanmu.
Maafkan aku jika sering mengecewakanmu.
Maafkan aku yang tak jarang membuatmu marah.
Maafkan aku yang masih suka membantahmu.
Maafkan aku yang tak pandai mengontrol emosi.
Maafkan aku yang juga masih suka bermuka masam.
Maafkan aku yang kadang lupa akan kewajibanku.
Maafkan atas segala ketidaksempurnaanku.

Suamiku,
Ajarkanku selalu untuk menjadi istri idamanmu.
Bantulah aku selamanya untuk mendidik amanah-amanah yang telah dititipkanNya.
Bimbinglah aku tanpa henti untuk selalu ada di jalan yang diridhoi-Nya.
Karena hanya engkaulah pemimpin serta imamku.
Karena tanpamu aku belum tentu bisa mendidik titipanNya.
Karena tanpa ridhomu, aku tak kan bisa mendapat ridhoNya.

Suamiku,
Andai kau tahu kalau aku ingin jadi perhiasan dunia dan akhiratmu.
Andai kau tahu kalau aku bukan hanya ingin jadi istrimu di dunia tapi juga bidadarimu di akhirat.
Andai kau tahu kalau hari ini aku mencintaimu lebih dari kemaren, meski belum tentu sebesar cinta yang kuberikan esok hari.

Semoga Allah selalu menjaga hatimu, hatiku, hati kita, keluarga kita hingga kita dipertemukan kembali kelak di surgaNya.
Aamiin aamiin Ya Rabbal aalaamiin…

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Dari istrimu yang selalu jatuh cinta padamu setiap hari.