Ilmu #1

“…..niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat……” (QS Al-Mujaadilah: 11)

Janji Allah inilah yang memotivasi saya untuk selalu menuntut ilmu. Selain sebagai suatu ibadah, ilmu juga bekal kita menuju kehidupan selanjutnya, karena ketika saat itu tiba, terputuslah segala yang ada di dunia fana ini kecuali tiga hal, amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak-anak yang sholih dan sholihah.


Maka dari itu, untuk mempersiapkan bekal kehidupan yang selanjutnya, saya ingin terus belajar dan belajar tentang ilmu parenting yang sesuai dengan ajaran Islam, Al-Quran, hadist, dan ajaran para Rasul serta para Nabi, selain belajar tentang ilmu agama tentunya. Dengan mempelajari ilmu tersebut, saya berharap amanah-amanah Allah ini kelak akan menjadi anak-anak sholih dan sholihah yang selalu mencintai Allah, mencintai Islam, mencintai Al-Quran dan Rasul, berakhlak mulia, berjiwa Qur’ani dan berguna bagi semuanya, aamiin aamiin Ya Rabbal aalaamiin…


Semua ilmu adalah milik Allah. Untuk mendapatkannya mulailah dengan niat hanya untuk Allah. Mintalah agar selalu diberi kesempatan dan nikmat menuntut ilmu, karena hanya atas ijin Nya lah kita dapat memperoleh ilmu yang manfaat dan barakah.


Belajar ilmu parenting itu nggak cukup hanya sehari, seminggu, sebulan atau setahun, tapi harus terus menerus dilakukan sampai anak-anak kita punya tanggung jawab atas dirinya sendiri.

Dengan kondisi saya yang sekarang ini, belajar dari berbagai buku, internet, berbagai forum dan seminar tentang parenting termasuk ikut kuliah di Institut Ibu Profesional ini adalah cara yang efektif yang bisa saya lakukan saat ini untuk menambah ilmu parenting saya.


Untuk paham betul ilmu parenting yang sudah didapat, nggak bisa cuma sekedar mendengar sepintas atau sekali membaca saja, butuh pengulangan dan praktek berulang-ulang sampai akhirnya meresap dalam jiwa, tingkah laku dan sikap kita sehari-hari. Saya yakin tiap orang punya cara masing-masing agar hal tersebut bisa benar-benar terimplementasi dengan baik. Saya merasa dengan mendokumentasi ulang setiap ilmu yang saya dapat, bisa menjadi satu cara yang efektif untuk memahami apa yang telah kita dapat. Karena dengan mendokumentasikan kembali, otak dipaksa untuk mencari dan menyimpan kembali memori tentang informasi tersebut. Dokumentasi bisa dilakukan dalam bentuk catatan di buku, di blog atau website, tentu saja dengan tidak melewatkan asal sumbernya. Selain catatan, bisa juga dalam bentuk rekaman suara atau rekaman video dengan izin si pemberi informasi juga tentunya. Dengan dokumentasi ini, kita pun bisa mengulang-ulang apa yang telah kita dapat. Setelah kita benar-benar hafal dan paham, apa yang telah kita dapat haruslah kita implementasikan berulang-ulang pula sampai istilahnya kita benar-benar hafal di luar kepala. Barulah setelah itu kita serahkan usaha kita kembali kepada Allah, meminta padaNya agar apa yang telah kita lakukan dan usahakan memberikan hasil sesuai dengan keinginan kita. Meskipun hasil tidak seharusnya mengkhianati proses, tetapi yang memberi hasil tetaplah Allah SWT, karena tanpa ijinNya semua tidak mungkin terjadi.


Berkaitan dengan ilmu yang saya dapat pada materi kuliah pertama di Institut Ibu Profesional mengenai adab menuntut ilmu, ternyata perlu ada perbaikan dari diri saya. Yang pertama adalah luruskan niat dalam menuntut ilmu. Dimulai dari membersihkan jiwa dari hal-hal negatif, mantapkan niat bahwa saya mencari ilmu karena Allah SWT. Kemudian bersabar dalam melalui tahapan belajar ini, tidak terburu-buru tetapi perlahan-lahan meresapi apa yang telah didapat. Dan yang terakhir adalah berkomitmen untuk rutin mendokumentasikan setiap ilmu yang didapat, agar bisa meresap ke dalam jiwa, tingkah laku dan sikap. Semoga Allah SWT selalu memudahkan langkah kita dalam menuntut ilmu, sehingga ilmu yang kita dapat bisa berguna dan bermanfaat bagi diri kita, keluarga kita dan orang-orang di sekitar kita, aamiin aamiin Ya Rabbal aalaamiin…


tata.pakerti

Advertisements

Adab Menuntut Ilmu

​Alhamdulillah, kuliah pertama saya di Institut Ibu Profesional ini udah dimulai Senin kemaren. Materi pertama yang dibahas mengenai bagaimana seharusnya sikap kita dalam menuntut ilmu. 

MasyaAllah…ternyata menuntut ilmu itu nggak sekedar mendengarkan, bertanya dan memahami saja loooh, ternyata ada adabnya. Seperti halnya jika kita ingin mengerjakan sholat, ada rukun dan syarat sahnya sholat. Agar ilmu yang kita pelajari bisa membawa berkah, masuk ke dalam jiwa dan nantinya bisa berguna bagi orang lain, aamiin…

Berikut materi tentang  “ADAB MENUNTUT ILMU” yang disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional

ADAB MENUNTUT ILMU

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.

Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barang siapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.

Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU. ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya. Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.

Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?

*Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan*

Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya

ADAB PADA DIRI SENDIRI

a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk.

Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.

b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.

c. Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.

d. Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.

ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)

a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.

b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.

c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.

ADAB TERHADAP SUMBER ILMU

a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sembarangan sumber ilmu yang dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.

b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.

c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.

d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat “copas dari grup sebelah” tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana

e. Dalam dunia online, harus menerapkan “sceptical thinking” dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.

Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, sehingga mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.